Day-o, day-o
Daylight come and me wan' go home
Day, me say day, me say day, me say day
Me say day, me say day-o
Daylight come and me wan' go home
Work all night on a drink of rum
Daylight come and me wan' go home
Stack banana 'til de mornin' come
Daylight come and me wan' go home
Come, mister tally man, tally me banana
Daylight come and me wan' go home
Come, mister tally man, tally me banana
Daylight come and me wan' go home
Lift six foot, seven foot, eight foot bunch
Daylight come and me wan' go home
Six foot, seven foot, eight foot bunch
Daylight come and me wan' go home
Day, me say day-o
Daylight come and me wan' go home
Day, me say day, me say day, me say day
Daylight come and me wan' go home (me say day, me say day)
A beautiful bunch o' ripe banana
Daylight come and me wan' go home
Hide the deadly black tarantula
Daylight come and me wan' go home
Lift six foot, seven foot, eight foot bunch
Daylight come and me wan' go home
Six foot, seven foot, eight foot bunch
Daylight come and me wan' go home
Day, me say day-o
Daylight come and me wan' go home
Day, me say day, me say day, me say day
Daylight come and me wan' go home
Mendengar lagu dari Harry Belafonte, pikiran serasa terbawa ke kepulauan Karibia yang eksotis. Ya, penyanyi lawas berdarah Amerika-Jamaika ini memang spesialis lagu-lagu calypso. Salah satunya lagu di atas, judulnya The Banana Boat Song.
Biarpun judulnya Banana Boat, jangan bayangkan wahana perahu berbentuk pisang yang populer di Bali itu. Karena lagu ini sebenarnya adalah lagu daerah Jamaika yang terinspirasi dari pekerja perdagangan pisang.
![]() |
| Pekerja perkebunan pisang zaman dulu (Sumber : Pinterest) |
Pisang adalah salah satu komoditas utama di Jamaika dan kepulauan Karibia lainnya. Pada zaman dulu ekspor perdagangan pisang dengan kapal sangat berkembang. Para pekerja saat tu masih bekerja secara manual, mulai dari memetik pisang, menghitung, lalu mengangkutnya. Saking sibuknya, mereka bisa kerja pada malam hari dan baru pulang pagi harinya.
Itulah yang menjadi tema lagu ini. "Day-O" adalah seruan khas pekerja, saat hari sudah mulai pagi dan mereka bersiap pulang. Diceritakan juga pekerja perkebunan akan menyerahkan hasil panen pada juru hitung yang disebut Mister Tally Man, agar jumlah pisang bisa segera dihitung dan diangkut. Sementara kata "deadly black tarantula" bukan berarti ada tarantula, tapi perumpamaan tentang bahaya yang harus dihadapi pekerja perkebunan saat malam hari.
![]() |
| Harry Belafonte (sumber : spotify.com) |
Lagu ini pertama kali dibawakan oleh Edric Connor pada tahun 1952, jadi sudah hampir 75 tahun lalu, namun baru populer sejak dibawakan oleh Harry Belafonte pada tahun 1955. Pada tahun 1957, lagu ini dengan cepat terkenal di Amerika dan sering dicover maupun diparodikan dalam pertunjukan komedi.

