Tampilkan postingan dengan label lagu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lagu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Januari 2026

Lagu Masa Lalu (30) : Pretty Little Baby

Pretty little baby (yeah, yeah)

Pretty little baby (yeah, yeah)

Pretty little baby, you say that maybeYou'll be thinkin' of me, and try to love mePretty little babyI'm hoping that you do
You can ask the flowers, I sit for hoursTellin' all the bluebirds, the bill and coo birdsPretty little babyI'm so in love with you
Now is just the timeWhile both of us are youngPuppy love must have it's dayDon't cha know it's much more fun to loveWhile the heart is young and gay
Meet me at the car hopOr at the pop shopMeet me in the moonlightOr in the daylightPretty little babyI'm so in love with you
Now is just the timeWhile both of us are youngPuppy love must have it's dayDon't cha know it's much more fun to loveWhile the heart is young and gay
Meet me at the car hopOr at the pop shopMeet me in the moonlightOr in the daylightPretty little babyI'm so in love with you
Pretty little babyI said, pretty little babyWhoa, now, pretty little baby




Buat kalian para TikTokers pasti tahu atau minimal pernah dengar lagu ini. Yup, lagu masa lalu ini memang viral lagi tahun lalu setelah aktris Kylie Jenner menggunakannya dalam konten video bersama anaknya, Stormi. Karena dinilai menggemaskan, dengan cepat viral bahkan ke seluruh dunia.

Pretty Little Baby sebenarnya bercerita tentang sepasang remaja yang sedang dimabuk cinta. Kata "pretty little" dipakai untuk menunjukkan orang yang imut dan manis. "Baby" adalah panggilan sayang untuk kekasih. "Puppy love" merujuk pada istilah cinta monyet di kalangan anak muda. Celakanya, banyak konten kreator yang salah menerjemahkan lagu ini untuk menggambarkan bayi atau anak yang menggemaskan.

Penyanyi asli lagu ini adalah Connie Francis. Lagu ciptaan Barrett Strong dan James Dean ini direkam pada tahun 1962, jadi sudah 63 tahun lalu. Yang penting diketahui, lagu ini bukan hits utama dari Connie Francis tapi lagu yang terdapat di album "Connie Francis Sings : Second Hand Love". Bahkan dalam wawancara terakhir di bulan Mei 2025, Connie Francis mengaku lupa dengan lagu ini, 





Rupanya viralnya lagu ini menjadi "berkah terakhir" untuk Connie Francis karena ia meninggal dua bulan kemudian tepatnya pada 16 Juli 2025. Tuhan memberinya berkat agar namanya kembali dikenal sebagai seorang legenda. 

Link video Connie Francis :

Link video Kylie Jenner :

(dari berbagai sumber)

Minggu, 30 November 2025

Lagu Masa Lalu (29) : Kalau Djodoh

 

Kalau jodoh sudah tertulis
Harus jumpa si gadis manis
Dari India atau di Inggris
Panah amor tidak akan miss

Dengar cerita orang dahulu
Memang cinta buta selalu
Saling cinta itu yang perlu
Panah amor tak pilih bulu

Yang jangkung, yang pendek, ya sama saja
Yang mancung, yang pesek, ya sama saja
Yang muda, yang nenek, jikalau cinta
Kalau jodoh tidak kemana

Yang bodoh cari yang molek
Yang cantik cari yang jelek
Yang mancung cari yang pesek
Panah amor tidak berengsek

Suami tua berbini muda
Orang muda memilih janda
Dari dulu larangan tiada
Jika amor datang menggoda

Di dusun, di kampung, bertemu juga
Di Peking, di Bandung, bertemu juga
Dipikir, direnung, bertemu juga
Kalau jodoh tidak kemana


Mendengar kabar wafatnya Gary Iskak kemarin cukup mengagetkan. Seraya turut belasungkawa, aku kembali ingat latar belakang keluarga Gary Iskak yang bukan orang sembarangan. Kakeknya adalah sutradara dan pejuang kemerdekaan bernama Robert Iskak (eh namanya kok mirip denganku ya), kemudian om dan tantenya adalah artis Indonesia tahun 1950an hingga 1960an yaitu Boy Iskak, Indriati Iskak, dan Alice Iskak. Gary Iskak sendiri adalah anak dari Irwan Iskak, putra bungsu keluarga ini. (just info : mereka tidak ada hubungan dengan pelawak Iskak yang jadi temannya Ateng)

Nah, di sini yang mau aku bahas adalah salah satu lagu milik  almarhum Boy Iskak, yang liriknya sudah kucantumkan di atas. Lagu berjudul Kalau Djodoh itu diciptakan oleh Maroeti, seniman keroncong zaman dulu.  Lagu ini terangkum dalam album berjudul Double D. Albumnya dirilis sekitar tahun 1963. Boy Iskak membawakannya bersama Orkes Simanalagi pimpinan Jules Fioole.  Dalam album piringan hitamnya sebenarnya ada empat lagu, tapi lagu Kalau Djodoh menjadi hits utama. Aku tidak tahu apakah Boy Iskak punya album lain karena tidak ada infonya, catatan di internet juga sangat minim.

Album Double D (sumber : musictime.nl)


Oke, lagu Kalau Djodoh bercerita tentang pepatah "jodoh tak akan kemana". Diibaratkan dengan panah Amor si dewa cinta, biarpun jaraknya jauh, biarpun beda status, beda usia, sampai beda bentuk fisik, kalau sudah berjodoh pasti akan bertemu dan bersatu. Lirik lagu ini cukup menggelitik, secara keseluruhan masih relevan buat zaman sekarang. Misalnya "yang muda, yang nenek, jikalau cinta". Pernah dengar kan, pemuda menikahi nenek-nenek? 

Aku pengin banget cover lagu ini, tapi aku cari-cari not dan chordnya belum ketemu. Mungkin karena sudah lama banget ya. 

Boy Iskak (sumber : indonesiancinematheque.blogspot.com)


Sedikit info, Boy Iskak bernama asli Robertus Armand Iskak, lahir tahun 1939. Ia adalah aktor dan penyanyi tahun 1960an. Di dunia film ia menjadi pemeran utama dalam film Masih Ada Hari Esok (1961) dan Maut Mendjelang Maghrib (1963). Setelah menikah, ia tidak aktif lagi menjadi artis. Namun putranya, Reynaldi Iskak, mengikuti jejaknya dengan menjadi aktor tahun 1990an. Di masa tua, Boy Iskak tinggal di Cicurug, Sukabumi hingga meninggal pada  tahun 2009 karena penyakit diabetes.

RIP Gary Iskak dan Boy Iskak.


Link video : 

https://youtu.be/yW9zVaV_ekc?si=RJFwXcyyPFk17BF7

Minggu, 23 Juni 2024

Lagu Masa Lalu (28): House of The Rising Sun



There is a house in New Orleans
They call the Rising Sun

And it's been the ruin of many a poor boy
And God I know I'm one
My mother was a tailor
She sewed my new blue jeans
My father was a gamblin' man
Down in New Orleans
Now the only thing a gambler needs
Is a suitcase and trunk
And the only time he's satisfied
Is when he's all drunk
Oh mother tell your children
Not to do what I have done
Spend your lives in sin and misery
In the House of the Rising Sun
Well, I got one foot on the platform


Pertama kali dengar lagu yang dibawakan oleh grup band The Animals ini, aku salah sangka. Kata House Rising Sun aku gambarkan sebagai villa keluarga yang sering dikunjungi  saat musim panas. Tapi ternyata.... jauh berbeda.

New Orleans city (www.neworleans.com)



Sebenarnya ini adalah lagu daerah di Amerika. Judul aslinya Rising Sun Blues, bercerita tentang kehidupan yang kacau.  Tidak diketahui siapa pengarangnya, yang pasti lagu ini telah direkam dalam banyak versi. 

Banyak tafsiran tentang apa yang dimaksud House Rising Sun dan dimana lokasi sebenarnya. Nama kota New Orleans pun seringkali diganti dengan tempat lain. Pada banyak versi, Rising Sun dipercaya sebagai  rumah bordil di New Orleans pada abad 19. Melalui lagu ini, ingin disampaikan jeritan hati seseorang yang terjerat dalam dunia kelam, dan ia berpesan agar jangan ada anak-anak lain yang mengikuti jejaknya. 

Tafsiran lain menceritakan tentang penjara wanita di New Orleans, dimana seorang wanita mengisahkan hidupnya yang hancur karena melakukan tindak kriminal. Ada pula yang mengatakan bahwa House Rising Sun hanyalah sebuah perumpamaan sebagai kritik sosial untuk prostitusi yang marak di New Orleans.   

Lagu ini telah dibawakan oleh banyak penyanyi seperti Texas Alexander, Nina Simone, Robert Winslow Gordon, Joan Baez, hingga Bob Dylan. Namun versi paling terkenal dan lebih bisa diterima publik adalah yang dibawakan oleh band The Animals pada 1964. Dalam versi ini, tokohnya adalah laki-laki yang terjerat pada perjudian. 

Apa pun versinya, yang jelas lagu ini mengandung nasihat yang baik untuk menghindari maksiat. 

Cover album The Animals (www.stereogum.com)


Link video : 

Selasa, 10 Oktober 2023

Lagu Masa Lalu (27): New York Mining Disaster 1941


In the event of something happening to me
There is something I would like you all to see
It's just a photograph of someone that I knew
Have you seen my wife, Mr. Jones?
Do you know what it's like on the outside?
Don't go talking too loud, you'll cause a landslide,
Mr. Jones.

I keep straining my ears to hear a sound
Maybe someone is digging underground
Or have they given up and all gone home to bed?
Thinking those who once existed must be dead?
Have you seen my wife, Mr. Jones?
Do you know what it's like on the outside?
Don't go talking too loud, you'll cause a landslide,
Mr. Jones

In the event of something happening to me
There is something I would like you all to see
It's just a photograph of someone that I knew
Have you seen my wife, Mr. Jones?
Do you know what it's like on the outside?
Don't go talking too loud, you'll cause a landslide,
Mr. Jo - o - o - o - ones!



The Bee Gees ( https://www.discogs.com)




Lagu-lagu The Bee Gees banyak mengandung filosofi khusus. Mereka mahir  meramu lirik yang nampak dramatis, sehingga kadang kita susah menebak apa makna sebenarnya.

Termasuk lagu berjudul New York Mining Disaster 1941 ini. Secara harafiah artinya bencana di pertambangan New York pada 1941. Banyak yang mengira, hal itu adalah kisah nyata. Padahal faktanya, tahun 1941  tidak ada bencana tambang di New York. Lho? 

Rupanya Barry dan Robin Gibb (kakak beradik personil  The Bee Gees) , menciptakan lagu ini dengan inspirasi tragedi di Aberfan, Wales pada 1966. Dikisahkan saat itu terjadi longsor pada timbunan limbah galian batu bara hingga menerjang desa di bawahnya. Beberapa rumah dan sebuah sekolah hancur dan menewaskan sekitar 144 orang. Peristiwa ini menarik perhatian dunia internasional pada masanya. 


Aberfan Disaster 1966 (https://www.nuff.ox.ac.uk)





Jadi, lagu ini bercerita tentang seorang pria yang terjebak di tambang bersama seorang temannya, yang disebutnya sebagai Mr. Jones. Dalam keadaan antara hidup dan mati, dia teringat wajah istrinya tercinta, sambil terus berharap ada keajaiban dari atas permukaan tanah yang bisa menyelamatkan mereka. Sebenarnya tema lagu ini menyedihkan.

Pada judulnya, Barry dan Robin Gibb  menyamarkan waktu dan lokasi kejadian, mungkin untuk menghargai para korban bencana Aberfan. Kata New York 1941 sengaja dipilih agar terdengar lebih glamour. Selain itu, Robin Gibb mengklaim bahwa bencana tambang memang pernah terjadi di New York pada 1939. Entah benar atau tidak, karena di tidak ada catatan pasti tentang bencana tambang di New York 



Link video :

Kamis, 26 Agustus 2021

Lagu Masa Lalu (26) : Berkibarlah Bendera Negeriku (Merah Putih)

 



Mumpung masih dalam bulan Agustus yang adalah bulan kemerdekaan, aku mau review satu lagu nasional yang sangat menyentuh hatiku. 

Konon lagu ini adalah ciptaan almarhum Gombloh. Tidak banyak referensi tentang kapan diciptakannya, yang jelas lagu ini justru populer setelah Gombloh tiada. Tepatnya pada tahun 1995, ketika Indonesia merayakan ulang tahun emas (50 tahun), lagu ini dibawakan beramai-ramai oleh para artis Musica Studio, di antaranya Chrisye, Dicky Chandra, Novia Kolopaking, Trio Libels dan Harvey Malaiholo. Beberapa tahun terakhir pun kembali mencuat saat dibawakan oleh Shanna Shannon dan Agnez Mo.

Spirit nasionalisme yang tertuang begitu luar biasa. Berisi keinginan untuk memberi yang terbaik bagi negeri, menunjukkan pada dunia bahwa inilah Indonesia yang indah dan berkharisma. Bersama melangkah dalam persatuan untuk meraih cita-cita. Sungguh lagu yang pas untuk memberi semangat pada generasi muda. 


Berkibarlah bendera negeriku

Berkibarlah engkau di dadaku

Tunjukkanlah kepada dunia

Semangatmu yang panas mambara

Daku ingin jiwa raga ini

Selaraskan keanggunan

Daku ingin jemariku ini

Menuliskan karismamu

Berkibarlah bendera negeriku

Berkibar di luas nuansamu

Tunjukkanlah kepada dunia

Ramah tamah budi bahasamu

Daku ingin kepal tangan ini

Menunaikan kewajiban

Putra bangsa yang mengemban cita

Hidup dalam kesatuan


Sabtu, 17 Juli 2021

Lagu Masa Lalu (25): Seemann





Seemann, deine Heimat ist das Meer
Seemann, lass das Träumen
Denk nicht an zuhaus
Seemann, Wind und Wellen
Rufen dich hinaus
Deine Heimat ist das Meer
Deine Freunde sind die Sterne
Über Rio und Shanghai
Über Bali und Hawaii
Deine Liebe ist dein Schiff
Deine Sehnsucht ist die Ferne
Und nur ihnen bist du treu ein Leben lang
Seemann, lass das Träumen
Denke nicht an mich
Seemann, denn die Fremde
Wartet schon auf dich
Deine Heimat ist das Meer
Deine Freunde sind die Sterne
Über Rio und Shanghai
Über Bali und Hawaii
Deine Liebe ist dein Schiff
Deine Sehnsucht ist die Ferne
Und nur ihnen bist du treu ein Leben lang




Mendengar lagu berbahasa Jerman ini imajinasiku melayang ke pantai atau laut. Memang benar, lagu ini bercerita tentang kehidupan pelaut,  Coba deh kita lihat terjemahannya:


Pelaut, rumahmu adalah laut

Pelaut, berhentilah bermimpi
Jangan pikirkan rumah
Pelaut, angin, dan ombak
Panggil kamu keluar

Rumahmu adalah laut
Temanmu adalah bintangnya
Tentang Rio dan Shanghai
Tentang Bali dan Hawaii
Cintamu adalah kapalmu
Kerinduanmu adalah jarak
Dan hanya kepada merekalah kamu setia seumur hidup

Pelaut, berhentilah bermimpi
Jangan pikirkan aku
Pelaut, karena orang asing
Sudah menunggumu

Rumahmu adalah laut
Temanmu adalah bintangnya
Tentang Rio dan Shanghai
Tentang Bali dan Hawaii
Cintamu adalah kapalmu
Kerinduanmu adalah jarak
Dan hanya kepada merekalah kamu setia seumur hidup

Lagu ini diciptakan oleh Werner Scharfenbegner dan Fini Busch pada tahun 1959 dan dinyanyikan oleh Lolita. Dikemas dengan aransemen yang enak didengar dan vokal yang merdu, lagu ini cepat menjadi hits, bahkan banyak penyanyi mengcovernya dalam banyak bahasa. Selain versi Jerman, yang paling terkenal adalah versi Inggris dengan judul "Sailor", dibawakan oleh Petula Clark. 

Liriknya menggambarkan seseorang yang menghantar para pelaut pergi ke laut lepas. Bukan sembarang pelaut, tapi penjelajah dunia. Mereka hidup berteman angin dan ombak, tanpa memikirkan rumah dan kekasih.

Yang menarik, lagu ini menyebut "Bali" sebagai salah satu tujuan para pelaut. Tidak diketahui apakah Fini Busch sang penulis lirik pernah mengunjungi Bali. Yang jelas, dari sini kita tahu Pulau Bali sudah terkenal sebagai destinasi turis asing sejak zaman dulu, 

Lolita yang bernama asli Edith Einzinger adalah penyanyi asal Austria. Memulai karir pada tahun 1957, wanita kelahiran 17 Januari 1931 ini suka membawakan lagu-lagu eksotis, di samping lagu-lagu daerah Jerman dan Austria, Ia meninggal pada 30 Juni 2010 akibat penyakit kanker. 





Link video:

Rabu, 17 April 2019

Lagu Masa Lalu (23) : I Will Follow Him

I will follow him, follow him wherever he may go
There isn't an ocean too deep
A mountain so high it can keep me away
I must follow him  ever since he touched my hand I knew
That near him I always must be
And nothing can keep him from me
He is my destiny 
I love him, I love him, I love him
And where he goes I'll follow, I'll follow, I'll follow
He'll always be my true love, my true love, my true love
From now until forever, forever, forever
I will follow him (follow him), follow him wherever he may go
There isn't an ocean too deep
A mountain so high it can keep, keep me away
Away from my love (
I love him, I love him, I love him
And where he goes I'll follow, I'll follow, I'll follow
He'll always be my true love, my true love, my true love
From now until forever, forever, forever


Follow Jesus - ilustration (Sumber : Pinterest)


Bagi kita yang beragama Nasrani, pasti nggak asing lagi dengan lagu di atas. Yup, di gerejaku sendiri lagu ini pernah dibawakan oleh paduan suara saat acara Paskah. Liriknya dengan tegas mengatakan “aku mau ikut Dia ke manapun dan kapan pun ”. Dia di sini adalah Tuhan Yesus. 

Meskipun kerap dibawakan sebagai lagu rohani, ternyata lagu ini dulunya dimasukkan dalam lagu pop sekuler. Kok bisa?

Adalah Peggy March (atau sering dijuluki Little Peggy March karena bertubuh mungil), penyanyi remaja Amerika tahun 1960-an yang mempopulerkan lagu ini. Sedangkan penciptanya adalah Frank Pourcel dan Paul Mauriat. Pada awalnya lagu ini hanya berbentuk instrumen dengan judul “Chariot”, yang kemudian dikembangkan menjadi sebuah lagu utuh oleh Arthur Altman dan Norman Gimbel. Pada tahun 1963, lagu ini masuk jajaran top chart di seluruh dunia. Tak hanya itu, lagu ini juga diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan dicover oleh banyak penyanyi. 

Little Peggy March (Sumber : villages-news.com)


Memang, pada awalnya tidak jelas, siapa yang disebut “Him” pada lagu ini. Bisa dipersepsikan sebagai kekasih yang setia (ingat lagunya Ria Resty Fauzi yang katanya mau ikut kekasihnya biarpun sampai ke Ethiopia), bisa juga seperti anak kecil yang selalu menguntit ayahnya ke manapun pergi. Tak heran, pemahaman yang beragam membuat lagu ini bisa diterima sebagai lagu pop.

Namun, sebagian orang memaknai “I Will Follow Him” sebagai lagu religi. Terlebih sejak dibawakan oleh Whoopi Goldberg yang berperan sebagai biarawati dalam film Sister Act (tahun 1992). Ini karena susunan liriknya sangat tepat untuk menggambarkan keimanan yang sempurna. Setelah hidup kita diselamatkan, kita bersedia mengikut Tuhan dalam keadaan apa pun dan tetap setia sampai akhir. Dalam bahasa Indonesia, lagu ini diterjemahkan sebagai lagu rohani dengan judul “Ku Mau Ikut Dia”.


 Link video:

Senin, 18 Maret 2019

Lagu Masa Lalu (22) : Pinda Pinda Lekka Lekka


Ik kom van 't andere eind der aard
Mijn boot die haalden ze uit de vaart
Toen hingen ze me doodbedaard
Een trommel voor mijn buik
Ze zeiden mij, ga nou maar door
En roep alleen maar pinda hoor
En vraag er dan vijf centen voor
Toen zat ik in de fuik
'k Verkocht mijn eerste pakkie dra
Die stuiver had ik vlug
Ik gaf toen in mijn zenuwen
Een dubbeltje terug.



Pinda pinda, lekka lekka
Als je maar vijf centen biedt
Pinda pinda, lekka lekka
Of je 't kauwen kan of niet
'k Sta en dommel bij mijn trommel
Tot ik uit mijn jasje waai
Van je tsjing, tsjing, tsjing
Van je tsjang, tsjang, tsjang
Wiede wiede wiet Sjanghai.

Sudah bukan cerita baru kalau terjadi “perang urat syaraf” antara Indonesia dengan Malaysia. Mulai dari masalah perbatasan, kesenian, bahkan lagu kebangsaan! Seolah nggak terima lagu kebangsaan Malaysia, “Negaraku” disebut-sebut mirip lagu “Terang Bulan”, si tetangga ini bikin klaim bahwa lagu “Indonesia Raya” mirip sama lagu “Pinda Pinda Lekka Lekka”. Anggapan ini jelas ngawur. Saat para netizen, termasuk aku, cari tahu seperti apa sih “Pinda Pinda Lekka Lekka” ini,  sama sekali nggak mirip dengan “Indonesia Raya”!

Terlepas dari semua rumor itu, pertama kali dengar “Pinda Pinda Lekka Lekka”, aku langsung ngefans sama lagu ini. Enak banget dengernya, apalagi bagian refrainnya, bakalan joss kalau sambil loncat kesana kemari. Eh, tapi ini lagu apa sih?

Ini adalah lagu dalam bahasa Belanda yang diciptakan dan dinyanyikan oleh Willy Derby, sekitar tahun 1920-an. Pinda artinya kacang tanah, dan lekka berasal dari kata “lekker” yang artinya sedap. Kisah dalam lagu ini adalah komunitas pelaut asal Shanghai, Cina yang datang di Amsterdam pada zaman itu. Pada saat bersamaan, sedang terjadi “Great Depression” atau krisis ekonomi di Eropa. Menariknya, mereka menyiasati hal tersebut dengan menjual kue kacang khas Cina. Kue kacang dijual seharga lima sen dan banyak digemari.



Willy Derby (1886 – 1944) adalah penyanyi dan komposer Belanda yang populer dari tahun 1920-an hingga 1940-an. Selain lagu Pinda Pinda Lekka Lekka, ia juga pernah menciptakan lagu Hallo Bandoeng (bukan Halo Halo Bandung lho!). Lagu ini adalah salah satu lagu tersukses dari Willy Derby. Inspirasinya dari ucapan pembuka di Radio Kootwijk, yang konon memiliki koneksi dengan Radio Malabar di Bandung, Indonesia (atau Hindia Belanda). Pada saat itu, Ratu Emma dari Belanda melakukan komunikasi dengan putrinya, Ratu Wilhelmina yang sedang berada di Bandung lewat pesawat radio tersebut.

Kembali ke Pinda Pinda Lekka Lekka, ini dia link videonya :

Kamis, 03 Mei 2018

Lagu Masa Lalu (21) : El Lute



(This is the story of El Lute
A man who was born to be hunted like a wild animal
Because he was poor
But he refused to accept his fate
And today his honor has been restored)

He was only nineteen
And he was sentenced to die
For something that somebody else did
And blamed on El Lute

Then they changed it to life
And so he could escape
From then on they chased him
And searched for him day and night all over Spain
But the search was in vain for El Lute

He had only seen the dark side of life
The man they called El Lute
And he wanted a home just like you and like me
In a country where all would be free

Though he taught himself to read and to write
It didn't help El Lute
He was one who had dared to escape overnight
They had to find El Lute

Soon the fame of his name
Spread like wild fire all over the land
With a price on his head people still gave him bread
And they gave him a hand

For they knew he was right
And his fight was their fight

No-one gave you a chance
In the Spain of those days
On the walls every place they had put up
The face of El Lute

And he robbed where he could
Just like once Robin Hood
They finally caught him and that seemed the end
But they caught him in vain

'Cause a change came for Spain
And El Lute

He had only seen the dark side of life
The man they called El Lute
And he wanted a home just like you and like me
In a country where all would be free

And then freedom really came to his land
And also to El Lute
Now he walks in the light of a sunny new day
The man they called El Lute

El Lute dalam cover buku Camina O Revienta karyanya

Tahu Boney M ? Itu grup vokal kulit hitam yang terkenal dengan lagu-lagunya yang menghentak. Pokoknya kalau dengar lagu mereka, bawaannya jadi semangat.

Tapi lagu di atas bisa dibilang hits yang unik dari Boney M. Mereka mencoba keluar dari pakemnya dengan membawakan lagu berirama ballad. Lantas, apa atau siapakah El Lute yang mereka maksud?

El Lute ternyata bukanlah sebuah istilah, bukan juga tokoh dongeng, tapi nama julukan dari seseorang yang benar-benar ada di dunia nyata.

Tersebutlah Eleuterio Sanchez, seorang pria miskin dari Spanyol. Karena kehidupan yang serba keras, ketika dewasa ia menjadi penjahat. Mulai dari maling ayam, hingga perampok.

Puncaknya, ia dijadikan tersangka atas tewasnya seorang penjaga toko di Madrid. Padahal, Sanchez bukan pelaku sebenarnya. Namun, penegak hokum tidak begitu saja percaya pada pengakuannya, malahan pada tahun 1965, Sanchez terancam hukuman mati.

Setelah melalui proses hokum yang panjang, akhirnya Sanchez divonis 30 tahun penjara. Namun, seringan apa pun tak ada orang yang mau hidup di penjara. Sanchez mencoba melawan. Dengan bantuan orang-orang yang peduli padanya, akhirnya ia bisa melarikan diri dari penjara. Bukan sekali dua kali namun berulang kali ia berhasil kabur dan tertangkap lagi. Sejak itu Sanchez mendapat julukan El Lute. Ia pun menjadi “Most Wanted”, alias penjahat paling dicari di Spanyol.

Meski dikenal sebagai penjahat, ternyata masih banyak orang yang peduli dengan El Lute. Dalam pelariannya, beberapa orang memberinya makan. Mereka tahu bahwa sebenarnya El Lute adalah korban salah tangkap. Dari kasus inilah, muncul perlawanan atas diskriminasi terhadap orang miskin. Ketika itu Spanyol masih di bawah kekuasaan Franco, presiden yang diktator.

Beberapa tahun kemudian, terjadi perubahan sistem pemerintahan di Spanyol, dari republic menjadi monarki. Dalam pemerintahan Raja Juan Carlos I, El Lute mendapat pengampunan, hingga akhirnya dibebaskan pada tahun 1981.

Untuk membersihkan namanya, semasa di penjara El Lute belajar membaca dan menulis. Kemudian, ia menulis buku, hasil curahan hatinya. Sampai kini telah 5 buku yang dihasilkannya.

Ternyata drama El Lute sebagai “korban salah tangkap” terulang kembali di tahun 2006. Bedanya, kini ia dituduh menganiaya mantan istrinya. Namun, karena tidak cukup bukti, ditambah alibi yang kuat dari seorang teman mereka, akhirnya El Lute dibebaskan. Kini, ia masih hidup di Tomares, Spanyol.


El Lute sekarang, dalam sebuah wawancara dengan media


Lagu tentang El Lute diciptakan oleh Frank Farlan pada tahun 1979. Ketika itu El Lute masih berada di dalam penjara, namun grasi (pengampunan) untuknya telah disetujui.

Bukan kali ini saja Boney M mengangkat kisah kehidupan tokoh terkenal. Ada “Ma Barker” (seorang ibu yang memimpin geng penjahat Amerika),, “Rasputin” (paranormal Rusia), hingga “Everybody Wants To Dance Like Josephine Baker” yang didedikasikan untuk Josephine Baker, penari asal Prancis. Dari semua lagu tersebut, El Lute adalah satu-satunya lagu berirama slow.

Boney M


Lewat lagu ini Frank Farlan dan Boney M ingin menggambarkan kisah kehidupan El Lute yang telah membawa perubahan besar bagi negaranya. Ya, beberapa tahun setelah kasus El Lute mencuat, kediktatoran militer dan Francoisme di Spanyol runtuh, dikembalikan ke sistem monarki yang lebih baik. El Lute bukanlah pahlawan, ia manusia biasa bahkan berlabel penjahat, namun dari kisah hidupnya ia berhasil “mengubah dunia”.

Link video:
https://www.youtube.com/watch?v=_FoVCBMkUw0

Lagu Masa Lalu (31) : The Banana Boat Song (Day-O)

Day-o, day-o Daylight come and me wan' go home Day, me say day, me say day, me say day Me say day, me say day-o Daylight come and me wan...