Senin, 07 Maret 2016

Lagu Masa Lalu (7) : Tie A Yellow Ribbon Round The Old Oak Tree


I'm comin' home, I've done my time
Now I've got to know what is and isn't mine
If you received my letter telling you I'd soon be free
Then you'll know just what to do
If you still want me, if you still want me

Whoa, tie a yellow ribbon round the ole oak tree
It's been three long years, do you still want me?
If I don't see a ribbon round the ole oak tree
I'll stay on the bus, forget about us, put the blame on me
If I don't see a yellow ribbon round the ole oak tree



Bus driver, please look for me
'Cause I couldn't bear to see what I might see
I'm really still in prison and my love, she holds the key
A simple yellow ribbon's what I need to set me free
And I wrote and told her please

Whoa, tie a yellow ribbon round the ole oak tree
It's been three long years, do you still want me?
If I don't see a ribbon round the ole oak tree
I'll stay on the bus, forget about us, 
put the blame on me
If I don't see a yellow ribbon 

round the ole oak tree

Now the whole damned bus is cheerin'
And I can't believe I see
A hundred yellow ribbons round the ole oak tree
I'm comin' home

Tie a ribbon round the ole oak tree
Tie a ribbon round the ole oak tree
Tie a ribbon round the ole oak tree



Suatu masa, ada seorang pria yang meninggalkan istri dan anak-anaknya demi mengejar kesenangan hidupnya. Dia terlibat pergaulan bebas dan akhirnya melakukan kejahatan yang membuatnya dipenjara. Setelah beberapa tahun, dia sangat menyesal dan rindu pada keluarganya. Dia ingin kembali, tapi ragu, apa keluarganya mau menerima dia lagi?
Akhirnya, pria itu nekat pulang. Tapi sebelumnya, dia menulis surat, kalau istrinya mau menerima dia lagi , dia minta satu tanda berupa pita kuning yang dililitkan ke pohon ek. Selanjutnya, dia pulang naik bus. Di tengah perjalanan, dia ceritakan kegalauannya ke sopir bus.
Tak disangka, sopir bus dan penumpang lain bersimpati padanya. Tanpa peduli, bus itu menuju ke mana, mereka pun sepakat mengantarkan si pria ke tempat asalnya. Dan, apa yang terjadi? Bukan cuma satu pita kuning di pohon ek, tapi seratus! Sang istri punya hati yang lapang, mau menerima suaminya yang dulu pernah meninggalkannya.
Cerita di atas adalah rekaan berdasarkan lagu ini. Banyak orang mengartikan lagu ini seperti cerita itu. Tapi ada juga bilang makna lagu ini sebenarnya adalah seorang suami yang baru pulang dari medan perang. Perang Vietnam memang terjadi saat lagu ini tercipta (tahun 1973), dan pita kuning adalah symbol “penyambutan”. Versi lain lagi menganggap, tema lagu ini mengingatkan pada perumpamaan “anak yang hilang” dalam Alkitab. Memang , pandangan orang tentang lagu ini beda-beda.
Yang jelas menurut penciptanya, Irwin Levine dan Russell Brown, lagu ini terinspirasi dari sebuah cerita rakyat tentang seorang tahanan perang yang berkirim surat pada pacarnya.
Lagu ini pertama kali dibawakan oleh grup vokal Tony Orlando and Dawn, yang kemudian menjadi hits laris di Amerika Serikat. Selanjutnya, lagu ini dicover oleh banyak penyanyi, bahkan sampai sekarang. Meskipun temanya “sedih”, lagu ini diaransemen dengan irama country yang lumayan riang. Asyik banget buat didengerin. 

Ini link videonya:

1 komentar:

  1. gembira hati saya mendengar lagu ini, https://www.youtube.com/watch?v=0GDzPyHspSs, sampai saya cari judulnya, dan apa arti syairnya.
    Cerita yang sedih mendebarkan, apakah si pria akan diterima pacarnya dulu, setelah 3 thn di penjara, tapi berakhir happy ending. Bagus sekali.

    BalasHapus