Minggu, 13 Maret 2016

Penyanyi Masa Lalu (5) : Jim Reeves

Adios amigo, adios my friend
The road we have travelled has come to an end
When two love the same love, 

one love has to lose
And it's you who she longs for, 

it's you she will choose

Adios compadre, what must be must be
Remember to name one muchacho for me
I ride to the Rio, where my life I will spend
Adios amigo, adios my friend

Adios compadre, let us shed no tears
May all your mañanas bring joy through the years
Away from these memories, my life I must spend
Adios amigo, adios my friend


Pernahkah kalian dengar lagu jadul dengan suara pria yang terkesan “berat” tapi merdu? Yup, kemungkinan besar dialah Jim Reeves. Pria asal Amerika Serikat ini memang terkenal sebagai penyanyi country antara tahun 1950-an hingga 1960-an.
Bernama lengkap James Travis Reeves,  lahir di Galloway, Texas pada tanggal 20 Agustus 1923. Semasa muda, bisa dibilang ia mengalami “blessing in disguise”, alias. “berkat dalam masalah”.  Ia pernah bercita-cita menjadi tentara, namun ditolak karena menderita lemah jantung. Pernah juga ingin menjadi atlet baseball, namun akhirnya gagal karena cedera kaki. Sejak itu, ia beralih menjadi penyiar radio. Tak disangka, ini menjadi awal karirnya sebagai penyanyi. Jim menyukai lagu country karena terinspirasi oleh suara Jimmie Rodgers yang pernah didengarnya sewaktu kecil. Ia sempat bergabung dengan band Moon Mullican, sebelum akhirnya bersolo karir.
Bukan kebetulan, Jim menjadi bintang tamu pada acara Louisiana Hayrides tahun 1952. Banyak orang terpikat oleh suara Jim, hingga dia bergabung dengan Abott Records untuk memulai rekaman. Tidak perlu waktu lama untuk jadi nomor satu.  Nama Jim Reeves menjulang saat lagu “Mexican Joe” yang dibawakannya masuk urutan teratas di US Music Chart. Hits lainnya tak kalah terkenal, “He’ll Have To Go”,  “Bimbo”, "Adios Amigo", "Danny Boy", "I Love You Because" hingga “Welcome To My World”. Kebanyakan lagu-lagu itu berirama country klasik, terdengar mendayu-dayu tapi merdu. Durasinya tidak terlalu panjang, sehingga membuat orang yang terkesan ingin mendengarkannya lagi. Untuk menunjang karirnya, ia bekerja sama dengan beberapa musisi, seperti Cindy Walker, Ray Baker, Bobby Garett dan Horace Logan.

  Sepanjang hidupnya, Jim telah merekam sekitar 444 lagu. Ia tidak hanya terkenal di Amerika Serikat, tapi juga di Afrika Selatan, Inggris, Irlandia sampai ke Skandinavia. Lewat tur internasional, ia punya banyak penggemar di lima benua. Sudah tak terhitung penghargaan gold, platinum bahkan diamond yang didapatnya. Kesuksesan tidak membuat Jim lupa dengan hal rohani, ia sempat membuat album lagu Natal pada 1963. Ia juga menghasilkan beberapa lagu rohani, seperti “I’d Rather Have Jesus”, “Have Thine Own Way, Lord” dan “Take My Hand, Precious Lord” Satu hal inspiratif yang patut dicatat, sejak karirnya melambung, Jim berhenti merokok karena takut berpengaruh pada suaranya.

  Jim juga mahir mengemudikan pesawat terbang. Tak jarang ia mengemudikan pesawat sendiri untuk keperluan show, bisnis atau bepergian. Sayang, kemampuan inilah yang mengakhiri hidupnya. Pada 31 Juli 1964, ketika pulang dari perjalanan bisnis real estate di Batesville, Arkansas, pesawat yang dikemudikannya jatuh di Nashville, Tennessee. Selain menewaskan Jim, kecelakaan ini juga merenggut nyawa Dean Manuel, manajernya. Tak hanya meninggalkan sang istri, Mary White, Jim juga meninggalkan sejumlah kontrak rekaman yang tak akan pernah terlaksana. Padahal saat itu hitsnya “I Love You Because” dan “Welcome To My World”, tengah populer.
Sampai saat ini, nama Jim Reeves masih dikenang. Album kompilasinya tetap dirilis oleh beberapa perusahaan rekaman, bahkan pada tahun 1999, masih mendapat penghargaan gold di Denmark. Meski sudah lama tiada, namanya melegenda. Ya, tidak lain karena suara merdunya.

Link video
https://www.youtube.com/watch?v=ucvcoWMFmW8

2 komentar:

  1. mantap! sampai hari ini tidak ada lagi yang memiliki suara khas Bas semerdu Jim Reevs. Haleluyah !

    BalasHapus